JANU

Februari 1, 2008 at 8:16 am (CERPEN)

“Teman2 aku akan pindah sekolah ke lampung,karena ayahku pindah dinas kesana” ani melihat janu yang duduk di depannya.Ani mengharapkan pandangan janu,namun dia tetap menunduk.”terima kasihkalian mau jadi temanku selama ini,aku pasti akan slalu merindukan kalian”!! ani tersenyum,seluruh kelas bertepuk tangan untuk yang terakhir kalinya buat ani.ani kemudian duduk di samping janu,ani sangat kaget ketika melihat janu menitikan air mata.

“kenapa”?tanya ani sedih

“ani,kenapa kamu harus pergi?kenapa kamu ninggalin aku?”bisik janu

“dengar,,sebenarnya aku juga tak ingin seperti ini,tapi aku tak punya pilihan lagi:!kata ani

“aku harus pergi sekarang”!! ani memeluk janu,,”kita masih bisa saling berhubungan dan aku precaya kamu akan dapat teman yang lebih baik dari aku”

setelah itu ani bangkit dan meninggalkan janu,janu slalu di kucilkan,mungkin karna dia berbeda..teman yang lainnya kelihatanseperti biasa tapi saat nama janu di panggil,mereka slalu tertawa,janu merasa sangat malu dan ia jadi bahan tertawaan,reno salah satu teman nya merasa kasihan pada janu bila ia di cemooh oleh teman yg lainnya.

selama ini ia menganggap bahwa dirinya memang tidak di terima oleh semua orang,dia slalu beranggap bahwa dia asalah suatu kesalahan.

hari itu janu pulang pkl.17.00 sore,orang tuanya tdk pernah memperdulikannya,rumah bukanlah tempat yang hangat bagi janukarna k-2 orang tuanya jarang ada di rumah dan jika keduanya di rumah maka pertengkaran slalu ada,keadaan ini membuat janu semakin terpuruk,tenggelam makin dalam ke dalam pikirannya yg suram.

saat janu masuk,ke2 orang tuanya tengah duduk bersama,suatu pemandangan yg aneh dan jarang

“janu sayang,kami ingin bicara padamu”ibu mengulurkan tangannya yang di hiasi kuku2 bercat merah menyala,janu tetap mematung,,

“begini,kami telah sepakat bahwa kami akan bercerai saja”

suasana hening seketika,janu menggeleng dan tersenyum tapi matanya berkaca2

“pernahkah kalian memikirkan diriku sedikit saja”!? kata janu dg suara bergetar

“sayang,ini tidak seburuk bayanganmu,kamu masih bisa memilih akan ikut siapa?!”

“kalian egois!!!!!!”janu berteriak “kenapa aku harus ada jika kejadiannya seperti ini”!!

“kami tak tahu,kami pikir lucu untuk menamaimu janu,karna kau memang lahir di bulan januari”kata mama

“memang lucu,dan semua orang mentertawakanku,apa kalian tak memikirkan perasaanku!!!!”janu menangis sampai tyubuhnya terguncang2

“sayang,kami tak bermaksud………”ibu hendak menjelaskan dan memeluk janu

“hentikan”!!!!!!!! janu menjerit dan berlari kelaur

janu berlari tanpa arah dan tujuan di saat seperti ini dia sangat merindukan ani,andai ani masih ada ia bisa menagis di pundaknya

janu mendengar sesuatu,spt air yang mengalir sesaat kemudian dia sampai di suatu sungai,airnya yg jernih mengalir dg deras dan berisik

janu berjalan makin jauh ke tengah air,dan terseret jatuh kedlm sungai,janu gelagapan karna air sungai masuk kedlm mulut dan hidungnya

setelah sampai di tepi sungai,janu roboh dan terbatuk2,matanya pedas dan tenggorokannya sakit..tiba2 tiba2 sebuah tangan melayang pada pipinya “plakk”!!!!

“kau mau membahayakan dirimu sendiri!”

“reno,,??” apa yg kau kau tentangku?!!!kau tak tahu bagaimana menderitanya diriku!!! sahut janu

“ya,mungkin aku tak tahu tapi aku yakin aku tlah mengalami hal yg jauh lebih buruk dia ayahku seorang pemabuk dan pulang hanya untuk minta uang saja,dan menghajarku..aku tak pernah mau melawan ayahku bagaimana pun juga dia tetap ayahku yg harus ku hormati,,aku harus kerja malam untuk makan sehari2 dan ibuku pun tlah jadi gila,aku tak pernah berpikiran untuk menyerah atau bunuh diri”!!!!!! jerit reno

janu tertegun mendengar cerita reno,”tapi bagaimana kau bisa mengatasinya?” tanya janu,tanpa duga wajah reno tersenyum

“aku serahkan semuanya pada TUHAN,itu memberiku kekuatan”

“tapi kenapa kau tak bicara padaku dari dulu”?? kata janu

reno mendesah panjang”entahlah,ini memang sifat anehku,aku tak bisa bicara pada orang yg ku anggap lebih” janu terkejut,dan menoleh dengan heran pada reno..mulai hari ini janu akan menemukan secerca cahaya kehidupan untuk masa depannya yang baik..

WATAK:
-JANU:cepat putus asa,malu dg keadaan dirinya,memiliki ke2 orang tua yang tak harmonis
-RENO:pantang menyerah,dewasa,baik
-LIA:seorang teman yang baik,namun pergi karna harus ikut pada ayahnya
-KE2 ORANG TUA JANU:jarang memperhatikan janu dan hendak akan bercerai

KONFLIK:
ketika temannya janu yaitu ani pergi meninggalkannya,dia merasa kehilangan dan ke2 orang tua janu yang membicarakan tentang perceraian di antara merek,,janu tak terima dengan semua yang ia dapatkan,,tapi untungya seseorang tlah menyadarkan dan membantu dia dari semua masalahnya itu dan orang tsb adalah reno yg masih teman janu.

PESAN:

jangan malu menjadi diri sendiri,,jangan cepat putus asa,tegarlah seperti batu karang dan semua masalah pasti ada jalan keluarnya,,hanya pada TUHAN kita bisa mengadu adn meminta pertolongan.

ALIRAN: surealisme

MAJAS:
PERSONIFIKASI

- janu menangis samapi tubuhnya terguncang2
-airnya yg jernih mengalir dg deras
-janu menemukan secerca cahaya khidupan
-reno mendesah panjang

METAFORA

-janu tetap mematung di ambang pintu

HIPERBOLA

-ibuĀ  mengulurkan tangannya yg di hiasi kuku2 bercat merah menyala
-janu roboh dan ternatuk2,matanya pedas dan tenggorokannya sakit

ASOSIASI
-andai ani masih ada,ia bisa menangis di pundaknya

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar